Kamis, 14 Juni 2012

Video yang Menginspirasi

Selamat malam semua.. Pada kesempatan kali ini saya akan menulis kesimpulan tentang beberapa video yang sebenarnya tadi ditonton bersama anak-anak di kelas. Tetapi berhubung saya ngga masuk (karena sakit), jadi saya berusaha mencari info tentang video-video tersebut. Alhamdulillah saya mendapatkan video nya dari Levi anak kelas lain yakni 2PA09. Maaciih yaa (^_^)

Dimulai dari video yang pertama dibawah ini yaitu The Power of Words.


Bisa kita lihat ada seorang kakek tua yang buta berusaha untuk mencari uang. Disebelahnya ada kardus yang bertuliskan "I'm blind, Please help". Kemudian ada seorang wanita yang lewat dan menulis dibalik tulisan yang sudah tertulis dengan kalimat "It's a beautiful day and I can't see it". Dapat kita simpulkan bahwa dari sebuah tulisan dapat mengubah dunia kita sesederhana apapun itu. Dari tulisan kita bisa melihat seberapa optimis atau pesimis nya dalam menjalani kehidupan. "Change your words, Change your world." Harapannya ialah kita harus bisa lebih mengambil hal yang positif dari segala kejadian kehidupan.

Video yang kedua berjudul One of the best inspirational videos ever-Susan Boyle-Britains Got Talent 2009.


Video tersebut mengajarkan kita bahwa setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita bisa menutupi segala kekurangan kita dengan kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Harapannya, jangan pernah menganggap remeh terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita hanya melihat dari segi fisik, belum tentu kita lebih baik darinya. Mungkin kita sudah sering dengar istilah "Don't judge a book by its cover."

Video berikut video yang sangat menyentuh saya..


Sebelumnya saya sudah menonton video ini. Perjuangan seorang ayah memang takkan ada habisnya. Pernah saya update status di Facebook yang bertuliskan "Pengorbanan seorang Ayah itu tanpa batas dan tak berwujud. Apa saja beliau pasti lakukan demi  anak-anaknya". Mungkin sebagian dari kita akan merasa malu bila orangtua kita memiliki kekurangan pada fisiknya. Tapi, tahukah kamu? Orangtua kita dengan bangga memperlihatkan anak-anaknya kepada dunia. Ya.. Orangtua tidak akan pernah putus asa dalam menjaga dan merawat anak-anaknya. Orangtua pasti memberikan yang terbaik buat anak-anaknya sampai titik darah penghabisan. Harapannya, berbuat baiklah kepada kedua orangtua kita apapun kondisinya. Jangan pernah terbesit pikiran negatif tentang orangtua kita. Orangtua hanya ingin hidup anaknya lebih baik dari kehidupannya.
I have the most amazing parents.

Saya menonton video-video diatas dan menulis posting-an ini dengan tetesan air mata di wajah. :")

Sekian tulisan saya kali ini. Mohon maaf bila ada salah-salah kata. Oia, ini tugas softskill terakhir di semester 4. Huaaa tak terasa yah hehe. Terima kasih atas waktunya untuk membaca posting-an ini. (ˆ⌣ˆ)

Minggu, 22 April 2012

Teori Kepribadian Sehat Menurut Maslow

Nah, sekarang kita mulai pembahasan mengenai Teori Kepribadian Sehat Menurut Abraham Maslow..


Pandangan dari Abraham Maslow yang optimistis dan humanistik tentang kodrat manusia ialah mempelajari berapa banyak potensi yang kita miliki untuk perkembangan dan pengungkapan manusia secara utuh. Dalam pandangan humanistik ini, sebenarnya manusia memiliki potensi lebih banyak daripada apa yang mereka capai.

A.  Hierarki Kebutuhan Manusia

Menurut Maslow, semua manusia memiliki perjuangan atau kecenderungan yang dibawa sejak lahir untuk mengaktualisasikan-diri. Kita didorong oleh kebutuhan-kebutuhan universal dan yang dibawa sejak lahir, yang tersusun dalam suatu tingkat, dari yang paling kuat sampai kepada yang paling lemah. Dengan cara yang sama juga, kebutuhan yang paling rendah dan paling kuat harus dipuaskan sebelum muncul kebutuhan tingkat kedua dan seterusnya naik tingkat sampai muncul kebutuhan kelima dan yang paling tinggi, yakni aktualisasi-diri. Berikut 5 kebutuhan-kebutuhan itu dalam tingkatan dari yang rendah ke yang tinggi:

1.)  Kebutuhan-kebutuhan Fisiologis
adalah kebutuhan-kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara, tidur, dan seks. Pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan itu sangat penting untuk kelangsungan hidup.

2.)  Kebutuhan-kebutuhan Akan Rasa Aman
adalah kebutuhan-kebutuhan akan jaminan, stabilitas, perlindungan, ketertiban, bebas dari ketakutan dan kecemasan.

3.)  Kebutuhan Akan Memiliki dan Cinta
yang dimaksud adalah kita dapat menggabungkan diri dengan suatu kelompok atau perkumpulan, nilai-nilai dan sifat-sifat atau memakai pakaian yang sama dengan maksud supaya merasakan perasaan memiliki. Kita memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita akan cinta dengan membangun suatu hubungan akrab dan penuh perhatian dengan orang lain.

4.)  Kebutuhan Akan Penghargaan
Penghargaan yang berasal dari orang-orang lain dan penghargaan terhadap diri sendiri. Penghargaan yang berasal dari luar dapat berdasarkan reputasi, kekaguman, status, popularitas, prestise, atau keberhasilan dalam masyarakat. Apabila kita merasakan suatu perasaan penghargaan dari, kita merasa yakin dan aman akan diri kita, kita juga merasa berharga dan adekuat.

5.)  Kebutuhan Akan Aktualisasi-Diri
Aktualisasi-diri didefinisikan sebgai perkembangan yang paling tinggi dan penggunaan semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita. Dalam diri orang yang mengaktualisasikan diri, yakni orang yang bergerak atau tumbuh dengan cara yang sehat, kebutuhan-kebutuhan yang rendah tidak berbenturan dengan kebutuhan-kebutuhan dasar..


Maslow menemukan bahwa individu yang sudah mencapai tingkat aktualisasi diri akan selalu bisa melihat sisi positif dari setiap peristiwa dalam kehidupan mereka dan juga mereka memiliki derajad kesehatan mental yang tinggi.




B.  Kepribadian yang Sehat Menurut Maslow


Ada beberapa pendapat Maslow mengenai individu yang sehat itu seperti apa. Saya dapatkan dari beberapa referensi buku.


Maslow menulis tentang manusia yang sehat secara psikiatris:
"Pertama dan yang paling penting adalah keyakinan yang kuat bahwa manusia memiliki kodratnya sendiri yang hakiki. Kedua, terkandung suatu konsepsi bahwa perkembangan yang benar-benar sehat, normal dan yang dicita-citakan terjadi dalam bentuk mengaktualisasikan kodrat ini, memenuhi potensi-potensi ini."


Individu yang sehat adalah individu yang berhasil mengembangkan cintanya, bukan lagi diarahkan ke dalam diri sendiri, tetapi bisa diperluas pada orang-orang lain. Individu yang sehat melihat pertumbuhan dan perkembangan orang lain menjadi sama pentingnya pertumbuhan dan perkembangan diri sendiri. Maslow menempatkan rasa tanggung jawab pada orang lain melalui hierarki kebutuhannya, terutama pada kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan. Maslow juga menyatakan bahwa pertumbuhan psikologis akan menghasilkan kesehatan psikologis, sedangkan orang yang gagal bertumbuh dengan sendirinya akan mengalami gejala patologi baik mental maupun fisik.




C.  Perbedaan "Metaneeds" dengan "Deficiency needs"


Metaneeds atau "metakebutuhan" merupakan keadaan-keadaan pertumbuhan atau ke arah mana pengaktualisasi-pengaktualisasi-diri bergerak. Disini terdapat B-values yakni tujuan-tujuan dalam dirinya sendiri, bukan alat untuk mencapai tujuan-tujuan lain.


Deficiency needs merupakan keadaan-keadaan untuk membereskan suatu kekurangan dalam organisme. Misal, apabila pada suatu waktu kita tidak makan, maka kita akan merasa ada kekurangan di dalam tubuh kita. Kekurangan tersebut bisa menimbulkan perasaan sakit dan tidak enak. Kita memiliki suatu kebutuhan khusus (lapar) akan objek tujuan khusus (makanan).




D.  Ciri-ciri "Actualized People"


Berikut ciri-ciri yang menggambarkan pengaktualisasi-pengaktualisasi-diri:
1.)  Mengamati Realitas Secara Efisien
Individu yang sangat sehat mengamati objek-objek dan orang-orang di sekitarnya secara objektif.


2.)  Menerima diri mereka sendiri, orang-orang lain, secara kodrati seperti apa adanya
Individu yang mengaktualisasikan-diri menerima diri mereka, kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan  mereka tanpa keluhan.


3.)  Spontanitas, Kesederhanaan, Kewajaran
Bertingkah laku secara terbuka dan langsung tanpa berpura-pura.


4.)  Fokus Pada Masalah-masalah di Luar Diri Mereka
Mereka senang melakukan pekerjaan mereka dan mengabdikan kebanyakan energi mereka kepada tugas tersebut.


5.)  Memiliki Kebutuhan akan Privasi dan Independensi
Memiliki suatu kebutuhan yang untuk pemisahan dan kesunyian.


6.)  Berfungsi secara Otonom
Prefernsi dan kemampuan untuk berfungsi secara otonom terhadap lingkungan sosial dan fisik.


7.)  Apresiasi yang Senantiasa Segar, Bukan Penuh Prasangka
Senatiasa menghargai pengalaman-pengalaman tertentu  bagaimananapun seringnya pengalaman itu terulang, disertai perasaan kenikmatan yang segar, terpesona, dan kagum.


8.)  Memiliki Pengalaman Mistik
Diri dilampaui dan orang sehat itu digenggam oleh suatu perasaan kekuatan, kepercayaan, dan kepastian, suatu perasaan yang dalam bahwa tidak ada sesuatu yang tidak dapat diselesaikan.


9.)  Memiliki Minat Sosial
Memiliki perasaan empati dan afeksi yang kuat terhadap semua manusia dan juga keinginan untuk membantu sesama.


10.) Hubungan Antarpribadi
Mampu mengadakan hubungan yang lebih kuat dengan orang-orang lain dan mampu memiliki cinta yang lebih besar serta persahabatan yang lebih dalam.


11.)  Watak yang Demokratis
Membiarkan dan menerima semua orang tanpa memperhatikan kelas sosial, tingkat pendidikan, goglongan politik atau agama, ras dan warna kulit.


12.)  Tidak Mencampurkan antara Sarana dan Tujuan
Membedakan dengan jelas antara sarana dan tujuan. Bagi mereka, tujuan jauh lebih penting daripada sarana untuk mencapainya.


13.)  Perasaan Humor yang Tidak Menimbulkan Permusuhan
Humor yang bersifat filosofis; humor yang menertawakan manusia pada umumnya, bukan kepada seorang individu yang khusus.


14.)  Resistensi terhadap Inkulturasi
Dapat berdiri sendiri dan otonom, mampu melawan dengan baik pengaruh-pengaruh sosial. Mereka mempertahankan batin, tidak terpengaruh oleh kebudayaan mereka, dibimbing oleh diri mereka sendiri.



Sumber Referensi:
Hall, C.S., Lindzey, G. (1993). Psikologi kepribadian 2; teori-teori holistik (organismik-fenomenologis).  Yogyakarta: Penerbit Kanisius.


Schultz, D. (1991). Psikologi pertumbuhan. Yogyakarta: Penrbit Kanisius.


Siswanto. (2007). Kesehatan mental. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Minggu, 25 Maret 2012

Pembaca Koran

Koran. Kumpulan beberapa lembar kertas yang berisi beberapa informasi. Dari yang ter "hangat" sampai yang ter "dingin". Biasanya pada halaman depan terdapat headlinebeserta gambarnya. Menarik perhatian para pembacanya. Setelah dibuka lembar per lembar, didalamnya disuguhkan bacaan-bacaan yang informatif. Mulai berita dari dalam negeri, luar negeri, olahraga, entertainment, maupun opini dari kalangan masyarakat. Para tim redaksi dari koran itu pun membuat semenarik dan sebaik mungkin dalam menulis berita-berita di koran. Agar para pembacanya bisa memahami dan tertarik dengan bacaan-bacaan yang ada di koran tersebut.


Biasanya Minggu pagi, setelah beres-beres rumah, sekitar pukul 09.00 aku menunggu tukang koran lewat di teras rumah. Tukang koran nya pun sudah tau bahwa penghuni rumah yang ber cat hijau itu akan membeli koran yang ia bawa. Tidak lama kemudian terdengar suara 'koraaannn.. koraaannn..' aku bergegas memakai sandal dan keluar untuk membeli koran tersebut, sambil membawa uang Rp.3.500 (harga kisaran koran). Senang sekali rasanya apabila koran itu sudah ada di genggaman tanganku.

Yaa.. Aku sangat suka membaca koran. Walaupun tidak setiap hari aku membeli koran. Tapi setiap hari Minggu wajib bagiku untuk membeli koran. Aku suka membeli sebuah koran yang berinisial 'K'. Maaf aku tidak menyebutkan nama korannya secara lengkap. Hihi. Sebut saja Koran Favoritku. Mengapa koran tersebut menjadi koran favoritku? Karena koran tersebut menyuguhkan berbagai tulisan-tulisan yang tidak hanya berita tetapi juga bacaan-bacaan yang bisa menjadi inspirasi. Wow.. Bagus bukan?

Menurutku, membaca koran adalah hal yang menyenangkan. Apalagi ditemani secangkir teh hangat dan kue serabi yang siap hidang. Hmm.. Di koran favoritku tersebut, aku paling suka pada rubrik Kehidupan, Seni, Opini, Kartun, Tren Konsultasi, dll. Itulah sekilas ceritaku tentang koran. Tidak hanya koran saja, aku juga suka membaca buku, situs atau blog di internet. Karena dengan membaca kita bisa tahu banyak hal, mungkin yang tadinya kita tidak tahu menjadi tahu.

Membaca adalah sumber ilmu pengetahuan. :)
Keep reading, guys! \m/


Gambar: www.google.co.id

Long Distance Relationship

Whaaaatttt? LDR?
Are you surprised with these sentence?

 

Yap, I have been long-distance-relationship about three years with my boyfriend.
Hmm.. It looks difficult. But if we believe that we can, WE CAN DO IT WELL!
Insya Allah :)

Saya sekedar ingin share tips hubungan jarak jauh bagi kalian yang sama demikian halnya dengan saya.
Langsung aja nih yaa tips-tipsnya, sebagai berikut:

1.  Komitmen
Komitmen itu penting banget dalam suatu hubungan. Mau yang jarak jauh, jarak sedang dan jarak dekat. Menurut saya, komitmen itu suatu perjanjian yang disepakati kedua belah pihak, eh tapi ngga perjanjian juga sih, jadi gimana yah? yaa bisa lah kalian mengartikan menurut bahasa kalian masing-masing :) hoho. Bisa bertanggung jawab dengan apa yang sudah diucapkan dan dijanjikan. Bisa pegang omongan lah kurang lebih.

2.  Jujur  
Nah, mungkin bagi sebagian pasangan kejujuran itu yang susah. Tapi, itu penting loh! Simpelnya deh, kita sebagai manusia itu kudu harus wajib jujur apapun keadaannya. Karena.. Bohong itu dosa! Hihi. Anak kecil aja tau :) ngga ada salahnya kok kita jujur dengan pasangan, ngapain juga sih kita bohong-bohong segala. Ngga ada gunanya toh? Malah ngerugiin diri kita sendiri dan ngga dipercaya lagi deh tu sama orang sekitar kita kalau kita berbohong. Kalau kita jujur, toh pasangan juga akan jujur sama kita.

3.  Percaya
Jujur, saya sendiri tidak mudah untuk percaya dengan seseorang. Memang sih butuh beberapa waktu untuk bisa mempercayai seseorang yang kita sayang. Buuutt. seiring berjalannnya waktu dan kita sudah mulai kenal lebih jauh dengan pasangan, pasti rasa percaya itu datang juga pada akhirnya. Tapi INGET! Kita harus tetap yang utama percaya kepada Allah swt ;)

4.  Positive Thinking
Be positive thinking! Pikirannya ngga usah ngawur kemana-mana deh. Dijaga, dipelihara (kayak peliharaan?hehe) iyaaa.. sebisa mungkin jauhi diri kita dari suudzan alias berburuk sangka. Hukumnya dosa! Lagipula kalau kita pikirannya negatiiiiippp mulu, bawannya jadi murung mulu deh tu, muka jadi kusut kelihatannya, cepet tua deh! Sooo, husnudzan ;)

5.  Pengertian
Ngerti ngerti ngerti! Pengertian disini maksudnya, kita sebisa mungkin coba untuk ngertiin pasangan. Ngobrol bareng. Maunya gimana-gimana, terus cocokin. Besides, contohnya ni misal pasangan kita biasanya telepon sehari 10x (lebeey) tapi karena kerja or kuliah jadi jarang telepon, frekuensi neleponnya berkurang, atau tidak sama sekali.. Yaudah lah gapapa, harap maklumin. Sms kan masih bisa. Yaga? :) kita ngga usah pake marah-marah, kan bisa ngomong baik-baik. Jangan galak-galak ah ngga enak sama tetangga berisik teriak-teriak. Hehe ;p

6.  Komunikasi
That's importaaaant! Tanpa komunikasi? Apa yang dirasa. Yaa disini maksudnya harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan pasangan apapun caranya. Mungkin lewat surat? Pager? (duluuuuu banget itu ki) hehe, teknologi udah canggih sekarang. Bisa lewat telepon, sms, email, twitter, facebook or anything else. Pokoknya keep in touch with your partner deh :)

Oke..
Saya rasa cukup segitu aja tips super sederhana dari saya.
Semoga bisa bermanfaat bagi kalian. Amin..
Kurang lebihnya mohon dimaafkan (^_^)


Gambar: www.google.co.id

Mengulas Buku Voice of Heart (Menyingkap Rahasia di Balik Perilaku Anak)

Saya ini termasuk orang yang suka membaca, apapun itu, lewat buku atau media lainnya. Intinya bacaaa! Hehe. Saya punya rasa ingin tahu yang cukup besar, jadi kalau ada hal sekecil apapun terutama yang saya belum tahu, saya berusaha untuk tahu akan hal tersebut. Dan jujur saja, saya suka yang murah-murah. Eits.. maksudnya disini barang yang murah meriah. Dengan harga yang murah, tetapi tetap mendapatkan kepuasan yang maksimal. (^_^)

Sampai pada saat waktu itu saya sedang berkunjung ke sebuah apotek hendak membeli obat, ternyata disamping apotek tersebut ada toko buku yang sedang diskon up to 70%. Wow! Tergoda saya dibuatnya. Hihi. Akhirnya saya memberanikan diri untuk masuk ke toko buku tersebut. Setelah saya lihat-lihat, yaa wajar di diskon karena sebagian besar bukunya adalah stok lama. Bisa dibilang seperti cuci gudang. Namun, hal tersebut tidak mengurungkan niat saya untuk melihat dan membaca buku-buku nya. Pada akhirnya mata saya tertuju pada satu buku yaitu "Voice of Heart; Menyingkap Rahasia di Balik Perilaku Anak." Saya memutuskan untuk membelinya dengan harga yang cukup miring dari harga aslinya.

Ini bukunya! :D
 

Buku Voice of Heart ini ditulis oleh V. Dwiyani terbitan tahun 2009. Pada cover buku tersebut terdapat tulisan panduan bagi guru & orang tua. Nah.. tapi kan saya bukan guru dan belum jadi orang tua? Gapapa. Toh kelak nanti saya akan menjadi orang tua, yaa anggap saja sebagai persiapan dini. Hehe. Terdiri dari 180 halaman didalamnya. Cukup sedang, tidak terlalu tebal dan tipis.

Karena waktu dan tempat terbatas (ehem.. :p) saya disini akan membahas beberapa judul kecil saja yang ada di dalam buku tersebut.

Berikan Hukuman yang Mendidik untuk Anak
Pada umumnya , orang tua memberikan tiga jenis hukuman. Jenis pertama berupa hukuman fisik, seperti cubitan, pukulan, jeweran, dan sebagainya. Hukuman jenis kedua adalah hukuman emosi, seperti didiamkan, dibentak, diejek, dan sebagainya. Dan jenis terakhir adalah hukuman materi, seperti pemotongan uang jajan, penyitaan alat permainan, dan lain-lain.
Ketiga jenis hukuman diatas tampaknya memang paling mudah dilakukan. Hukuman yang edukatif atau mendidik justru jarang dilakukan oleh para orang tua. Hukuman yang bersifat edukatif adalah hukuman yang memberikan nilai tambah kepada anak.

Contoh hukuman edukatif:
Seorang ibu terhadap putranya yang terlambat pulang ketika bermain dengan teman-temannya. Ia meniadakan waktu menonton televisi sebagai ganti waktu yang telah dihabiskan anaknya di luar rumah bersama teman-temannya. Waktu menonton televisi harus dihunakan untuk membaca cerita dari sebuah buku. Setelah membaca buku, anak itu harus menceritakan ulang apa yang telah dibacanya.

Nah, hukuman edukatif seperti apa yang cocok untuk anak-anak? Harus mulai lebih jeli menemukan nilai dari setiap kegiatan yang dilakukan anak.


Hati-hati terhadap Rasa Bersalah
Apa hubungan antara rasa bersalah dengan pengulangan kesalahan pada anak? Ternyata rasa bersalah yang kita alami dalam menjalani peran sebagai orang tua, justru sering menjadi motivator anak untuk mengulangi kesalahan yang sama? Kenapa yah?
Rasa bersalah itu menyakitkan dan membebani. Siapa pun pasti enggan mengalaminya, termasuk anak-anak. Oleh karena itu, rasa bersalah haruslah diolah agar kita mampu memaafkan diri sendiri, dan berdamai dengan diri sendiri. Jika sudah mampu berdamai dengan diri sendiri, maka kita tidak perlu dikejar oleh rasa bersalah untuk kemudian mencari sarana yang salah, guna mengurangi rasa bersalah tersebut. Orang tua boleh menyadarkan anak akan kesalahnnya, namun mereka juga berkewajiban membantu anak untuk memaafkan dirinya sendiri sehingga tidak dibebani oleh rasa bersalah yang berkepanjangan.


Anak Butuh Kebersamaan
Kebersamaan bukan sekedar bermakna "secara fisik ada bersama-sama". Kebersamaan yang dimaksud disini adalah  keterlibatan secara aktif. Di dalam kebersamaan kita harus memasukkan unsur empati.
Kebersamaan bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan belajar besama. Dalam kegiatan belajar bersama itu, sebuah komitmen ditetapkan. Seperti durasi atau batas waktu belajar, tidak boleh berisik, dan sebagainya. Tujuannya ialah untuk membangun suasana.

Sekilas mengenai buku Voice of Heart. Sangat berguna bukan ketika kita dihadapkan oleh anak-anak? Mudah-mudahan berguna ya..
 

Blog Template by YummyLolly.com